TANGERANG | Semangat untuk membangkitkan kembali wajah Balaraja mulai disuarakan berbagai elemen masyarakat. Forum Masyarakat Peduli Balaraja (FMPB) menginisiasi pertemuan bersama organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat dan para sepuh Balaraja guna menyatukan visi serta langkah demi mendorong perubahan Eks Terminal Balaraja atau Pasar Segitiga Balaraja, yang merupakan satu kawasan yang sama.

Pertemuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus gerakan masyarakat dari bawah atau bottom up. Berbagai pihak sepakat bahwa kondisi Pasar Segitiga Balaraja tidak dapat dibiarkan begitu saja tanpa adanya perubahan, terutama karena kawasan tersebut sudah lama menghadapi permasalahan penataan dan pembangunan yang belum optimal.

Dalam pertemuan itu hadir perwakilan sejumlah organisasi, di antaranya Pemuda Pancasila (PP), LMPI, Satria Banten atau PPBNI, BPPKB Banten, LMP, Badak Banten, Satgas Banten TTKKDH, LAPBAS hingga GRIB. Kehadiran berbagai organisasi tersebut menjadi simbol bahwa persoalan Balaraja bukan hanya menjadi perhatian satu kelompok, melainkan bersama kepentingan masyarakat.

Pasar Segitiga Balaraja, yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan Eks Terminal Balaraja, disebut telah mengalami kondisi manngkrak selama kurang lebih 25 tahun. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena kawasan yang memiliki posisi strategi tersebut belum memenuhi harapan warga dan dinilai memerlukan penataan secara serius serta berkelanjutan.

Selain masalah bangunan dan penataan kawasan, terdapat sekitar 30 pedagang yang telah memiliki kontrak atau menempati kios di lokasi tersebut. Mereka berharap adanya kepastian dan perbaikan kondisi kawasan, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih baik serta memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat.

Masyarakat menilai kondisi Pasar Segitiga Balaraja saat ini membutuhkan pembenahan dari berbagai aspek. Infrastruktur dinilai kurang layak, sejumlah bagian kawasan terlihat kurang tertata, kebersihan perlu ditingkatkan, sementara persoalan bau dan kondisi lingkungan yang semrawut juga menjadi perhatian warga.

Menurut Dodi Farrurozi, pemrakarsa sekaligus pimpinan FMPB, pertemuan tersebut tidak dimaksudkan untuk membawa kepentingan organisasi tertentu. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak yang hadir memiliki satu tujuan, yakni menyatukan kekuatan masyarakat demi perubahan Balaraja. "Ini bukan gerakan satu kelompok dan bukan untuk kepentingan pribadi. Kita berkumpul karena memiliki kepedulian yang sama. Semua bergerak atas nama Balaraja dan untuk masa depan masyarakat Balaraja," ujarnya.

Dodi menambahkan bahwa masyarakat ingin membangun gerakan bersama dengan semangat gotong royong. "Bareng-bareng urang kabehan. Sudah terlalu lama Balaraja seperti tertidur. Sekarang saatnya kita bangun, duduk bersama, menyatukan gagasan dan bergerak bersama untuk perubahan," tegasnya.

Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga datang dari salah seorang sepuh Balaraja, Abah Engkos Kosasih atau Abah Kosasih. Ia menyampaikan bahwa gagasan perubahan Pasar Segitiga Balaraja bukanlah persoalan baru. Menurutnya, aspirasi tersebut beberapa kali telah disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang, namun masyarakat masih menantikan langkah nyata.