Kabupaten Tangerang —BantenNett Aktivitas pembuangan sampah di sejumlah titik wilayah Desa Gintung,pulo Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, menuai keluhan dari masyarakat, khususnya para petani. Bekas galian tanah yang kini terisi genangan air disebut masih dijadikan lokasi pembuangan sampah dari kawasan PIK Bintaro maupun daerah lainnya.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena lokasi yang seharusnya dapat ditata dan diratakan justru berubah menjadi titik dipenuhi sampah. Bahkan, meski bekas galian dalam kondisi tergenang air akibat banjir, sampah tetap dibuang ke lokasi tersebut.
Para petani mengaku resah karena adanya tumpukan sampah yang berpotensi mengganggu lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, mencemari udara, serta berdampak terhadap lahan pertanian di sekitar lokasi.
“Ini bukan sekedar masalah sampah. Kami para petani juga memikirkan dampaknya terhadap lingkungan dan lahan pertanian. Kalau terus dibiarkan, siapa yang akan bertanggung jawab?” keluh salah seorang petani.
Masyarakat menyaring bagaimana sampah dari luar wilayah bisa masuk dan dibuang di Desa Gintung.pulo Jika benar terdapat sampah yang berasal dari PIK Bintaro dan berbagai daerah lainnya, warga meminta pemerintah daerah melakukan penelusuran terhadap sumber sampah, pihak pengangkut, serta legalitas lokasi pembuangan tersebut.
Pemkab Tangerang dan instansi terkait diminta tidak menutup mata. Pengawasan harus dilakukan secara serius agar wilayah pedesaan tidak dijadikan tempat pembuangan sampah dari kawasan lain tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat.
Warga juga berharap ada langkah nyata berupa penghapusan pembuangan, pengangkutan kembali sampah, serta pengaturan dan pemulihan bekas galian agar tidak terus menjadi permasalahan lingkungan.
Persoalan ini bukan hanya tentang sampah, tetapi mencakup hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman, sekaligus menjaga
keberlangsungan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga.