KOTA TANGERANG – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tangerang menghadirkan kegiatan strategi yang sangat relevan di tengah informasi arus saat ini: Seminar dengan tema “Peran Organisasi Pers dalam Menghadapi Wartawan Tidak Profesional serta Membangun Literasi Media yang Sehat”.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026, pukul 13.00 WIB ini akan dilaksanakan secara tatap muka di Gedung Akhlakul Karimah, Kompleks Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Sebanyak 310 peserta yang terdiri dari para Kepala Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri se-Kota Tangerang dipastikan hadir secara langsung untuk mengikuti rangkaian materi yang disusun secara terstruktur dan mendalam.

Sebagai wujud inklusivitas dan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh institusi pendidikan, para Kepala Sekolah Dasar dan SMP Swasta di wilayah Kota Tangerang akan mengikuti kegiatan ini melalui jalur yang berani menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Keputusan ini diambil demi menjaga kenyamanan dan efektivitas pembelajaran, mengingat keterbatasan kapasitas ruangan di lokasi acara, tanpa mengurangi kualitas materi yang disampaikan.

Langkah strategi ini menjadi bukti nyata adanya jembatan kokoh antara dunia pers dan dunia pendidikan, dua pilar penting yang memegang peran sentral dalam membangun pola pikir masyarakat yang kritis, cerdas, dan berintegritas di era digital yang serba terbuka saat ini.

Ketua PWI Kota Tangerang, R. Herwanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini disusun sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang muncul, baik dari sisi profesi kewartawanan maupun dari sisi penerima informasi di masyarakat. Masih ditemukannya oknum yang mengatasnamakan wartawan namun tidak bekerja sesuai dan Kode Etik Jurnalistik menjadi salah satu perhatian utama yang akan dibahas secara rinci.

“Kami ingin memberikan pemahaman yang utuh dan jelas kepada para pemimpin lembaga pendidikan mengenai apa itu organisasi pers, fungsi, hak, serta kewajibannya. Tak kalah penting, kami juga membekali mereka dengan cara yang tepat dan bijak dalam menyikapi serta menangani keberadaan oknum yang tidak profesional tersebut, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman atau kerugian bagi institusi sekolah,” ungkap R. Herwanto.

Lebih jauh lagi, ia menekankan bahwa peran kepala sekolah sangat strategis. Sebagai pemimpin di lingkungan pendidikan, mereka menjadi peserta teladan dan penentu arah kebijakan yang nantinya akan membentuk budaya berpikir di kalangan guru, staf, maupun didik. Kemampuan untuk memilah, menyaring, dan memahami kebenaran sebuah informasi adalah keterampilan hidup yang wajib dimiliki saat ini.

“Dengan pemahaman yang baik, para kepala sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam membangun lingkungan sekolah yang cerdas dalam bermedia, mampu membedakan mana informasi yang kredibel dan akurat, serta tidak mudah terombang-ambing oleh berita yang menyebar atau hoaks,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Abdul Naser, menyampaikan bahwa seminar ini dirancang tidak hanya sebagai ruang penyampaian materi, tetapi juga sebagai wadah dialog, edukasi, serta penguatan hubungan kemitraan yang sudah terjalin selama ini. Ada keinginan yang kuat dari kedua belah pihak agar hubungan antara media massa dan institusi pendidikan dapat semakin erat, transparan, dan saling mendukung.