Tangerang --Praktik pungutan liar di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 1,dilarang keras karena sekolah negeri telah dibiayai oleh pemerintah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ciri-Ciri Pungli di Sekolah Penarikan dana dikategorikan sebagai pungli ilegal jika memenuhi unsur berikut Bersifat memaksa orang tua murid.Menentukan jumlah nominal uang tertentu.Memiliki batas waktu atau tenggang waktu pembayaran,bersifat mengikat seluruh siswa. 

Berdasarkan Permendikbud No. 75 Tahun 2016, komite sekolah maupun pihak sekolah melarang keras melakukan pungutan. Yang diperbolehkan adalah sumbangan sukarela yang tidak mengikat dan tidak menentukan jumlah serta tenggang waktunya.

Bentuk Pungli yang Sering Terjadi iuran uang kas bulanan atau harian yang diwajibkan.

Komite SDN Sukasari 1 yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi menjelaskan,Hasil rapat saya dengan kepala sekolah dan guru itu menghasilkan,iuran komite 45.000/siswa dan 55.000/ persiswa dikelola oleh perwakilan orang tua siswa perkelas masing-masing.ujar ketua komite.

Salah satu orang tua siswa yang menerima pesan whats aap dari group orang tua siswa menjelaskan,sekolah negeri seharusnya bebas dari pembayaran tambahan karena ditanggung oleh pemerintah. Namun pada kenyataannya, orang tua dibebankan uang pertahun 100.000, Uang tersebut kata orang tua siswa dikelola oleh Komite Sekolah sebesar 45.000/siswa dan 50.000/ siswa dikelola perwakilan orang tua siswa per kelas.

"Permasalahannya adalah kan sekolah negeri itu gratis dari pemerintah kenapa harus ada uang kas, apalagi dengan nominal yang dibagi- bagi.yang saya tanyakan adalah kalau seandainya ada orang tua yang tidak mampu membayar apakah harus di wajib kan bayar juga,apalagi pungli ini tidak musyawarah lagi dengan para orang tua siswa".ujar orang tua siswa".

Ditempat berbeda salah satu orang tua juga menambahkan,"Jadi komite sekolah itu seolah-olah berperan penting dalam iuran itu. Kendalanya kan orang tua itu tidak mampu semua. Untung-untung kalau kita bisa maksain, pinjam sana-sini. Saya jujur ​​suami aja bekerja serabutan,kadang ada rezeki ,kadang juga ga dapat uang.pungkas nya.