TANGERANG – Warga Kota Tangerang kini bisa bernapas lega. Pelayanan distribusi air bersih Perumda Tirta Benteng (TB) kembali berjalan normal setelah sempat gangguan akibat masuknya limbah zat kimia pascakebakaran gudang di wilayah Tangerang Selatan yang mencemari aliran Sungai Cisadane, Senin malam.
Begitu menerima informasi kejadian tersebut, jajaran manajemen PDAM Tirta Benteng langsung bergerak cepat.
Pemantauan dilakukan sejak malam hari di sepanjang bantaran Sungai Cisadane hingga ke Bendungan Pasar Baru atau Pintu Air Sepuluh, yang menjadi titik vital pengambilan air baku bagi Kota Tangerang.
Sekitar pukul 22.00 WIB, tim teknis diterjunkan untuk memeriksa kondisi intake udara baku di kawasan Honda Citra. PDAM Tirta Benteng juga melakukan koordinasi intensif dengan pengelola Bendungan 10 guna memastikan kondisi udara sebelum masuk ke sistem pengolahan.
Hasil pemantauan awal menunjukkan adanya dampak terhadap kualitas air baku. Untuk menjaga keamanan dan kualitas udara yang akan didistribusikan kepada masyarakat, pengambilan air baku pun langsung dihentikan secara bertahap.
Begitu kami menerima informasi adanya kebakaran yang berpotensi berdampak pada aliran Sungai Cisadane, kami langsung mengambil langkah antisipatif.Tidak ada kompromi terkait kualitas udara yang akan dikonsumsi masyarakat, ujar Direktur Utama PDAM Tirta Benteng, Doddy Effendi, Selasa (10/2/2025).
Doddy menegaskan, keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan. Menurutnya, pemadaman sementara pengambilan air baku dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab PDAM dalam menjaga mutu layanan.
“Keselamatan dan kualitas air adalah hal utama. Begitu terindikasi terdampak limbah, pengambilan air baku langsung kami hentikan untuk mencegah risiko lebih lanjut,” tegasnya.
Ia menjelaskan, langkah penanganan dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur operasional standar. PDAM menutup sementara intake air baku, melakukan pengurasan (flushing) terhadap air yang terindikasi tercemar, serta menjalankan uji laboratorium secara ketat setiap 30 menit.